Bila terjadi perdebatan melawan seseorang, sanggahan-sanggahan yang terarah padanya menunjukkan dengan jelas kepada dia bahwa yang dikehendaki oleh lawannya itu ialah kemenangan; karena itu dia mempersiapkan diri untuk bertahan, daripada mengakui kebenaran; sehingga melalui perdebatan seperti ini tidak diusahakan agar hati terbuka, malah pada umumnya pintu hati ditutup; sedangkan kelembutan dan keramahan membuka pintu hati. [...]
Filed under: Surat Vinsensius | Tagged: debat, hati, lembut, terbuka | Leave a Comment »




