Tuhan Maharahim

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang yang benar, melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17).

Beberapa waktu yang lalu saya kunjungan ke penjara. Saya berkenalan dengan seorang bapak yang sudah cukup lama di penjara. Ketika pamitan, beliau meminta tolong saya untuk menelponkan keluarganya dan memberitahu mereka supaya mengunjungi bapak itu sambil membawa nasi. Saya kemudian menelpon keluarga Bapak itu. Saya perkenalkan diri saya dan saya sampaikan pesan bapak itu kepada ibunya. Namun ibunya mengatakan bahwa “sudah seringkali dia minta uang, katanya untuk mengurus administrasi keluar dari penjara, namun dia tak juga keluar dari penjara, sampai saya jengkel dan merasa dia itu menipu.” Sebagai keluarga ibu itu tentu menanggung malu karena anaknya melakukan kejahatan.

Umumnya masyarakat memiliki cap bahwa orang yang telah di penjara itu sulit dipercaya. Oleh karena itu mereka kerapkali sulit menerima orang baru yang keluar dari penjara. Mereka adalah orang yang telah melukai masyarakat dan bahkan orang berdosa.

Bacaan hari ini mengisahkan hal yang serupa. Lewi seorang pemungut cukai dipanggil Yesus untuk mengikuti Dia. Lalu Yesus makan di rumah Lewi bersama orang-orang berdosa lainnya. Orang Farisi dan ahli Taurat berkata “Mengapa Gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”

Orang Farisi dan ahli Taurat, memandang bahwa bergaul dan ada di antara orang berdosa itu sebagai perbuatan yang tercela dan mencemarkan nama baik. Namun Yesus hari ini menunjukkan untuk apa Dia hadir di dunia ini. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang yang benar, melainkan orang berdosa”.

Kita sebagai orang muda kerapkali jatuh dalam dosa, jatuh dalam kesalahan yang sama. Yesus tak pernah menolak orang yang berdosa. Justru kedatanganNya adalah untuk membawa orang berdosa untuk menjadi baru, masuk dalam relasi yang intim denganNya. Inilah pengharapan iman kita. Mana kala kita mengimani kebenaran iman ini, maka kita adalah orang yang paling bahagia di dunia ini.

Kesalahan terbesar dari manusia bukan karena ia jatuh dalam dosa. Kesalahan terbesar manusia adalah ia tahu bahwa ia berdosa dan ada kesempatan untuk bertobat namun tak juga ia bertobat. (fr.gunawan,cm)

»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: