Kepada Yth Gorse

Pengantar,
Salah satu ciri khas menonjol dari kehadiran Ozanam adalah bahwa dia membawakan dirinya sebagai seorang sahabat. Ozanam adalah seorang sahabat bagi teman-temannya. Demikian pula teman-temannya bagi Ozanam. Mereka semua adalah para sahabat terkasih. Makan Serikat Sosial Vinsensius yang didirikannya adalah serikat yang terdiri dari para sahabat bagi satu sama lain. Gorse adalah salah satu sahabat Ozanam sewaktu masih menjadi mahasiswa di Paris, yang dengannya san Pendiri SSV ini mengalami kerja sama dan merasakan semangatnya yang berkobat-kobar. Gorse sekarang sudah meninggalkan Paris karena kerja dan keluarga.Ozanam menulis kepadanya dalam sebuah surat singkat yang sangat indah, karena rangkaian kata-kata persahabatan yang luar biasa inspiratif. Surat ini memiliki nada dasar “nostalgia” yang sangat kental mengatakan kerinduan dari seorang sahabat namun sekaligus membangkitkan semangat baru untuk “mengefektifkan” hubungan persahabatan dalam permohonan agar di kota di mana Gorse tinggal didirikan pula konferenhsi SSV. Luar biasa Ozanam. Baginya persahabatan bukan hanya indah mempesona melainkan juga hendaknya efektif, maksudnya membawa berkat bagi orang-orang yang membutuhkan. Sungguh sebuah spiritualitas Serikat Vinsensius yang sebenarnya.

Paris 4 Januari 1836,
Sahabatku yang terkasih, Dalam kerepotan melaksanakan tugas-tugas pekerjaan sehari-hari, dalam rangkulan kemesraan keluarga, dan pada saat yang sama juga menjadi warga yang aktif sekaligus kepada rumah tangga, apakah engkau setiap kali masih sempat mengingat kaum muda mahasiswa yang pernah bersama-sama denganmu di Paris dan yang begitu terikat denganmu dalam suatu persahabatan kristiani yang penuh persaudaraan? Dari pihak mereka, aku menjamin bahwa mereka tidak pernah melupakanmu; malahan setiap kali mereka sangat gembira menerima kabar-kabar menyukakan hati yang kamu kirimkan dengan bagitu murah hati. Tetapi pada saat yang sama seringkali mereka jatuh dalam kesedirhan karena tidak lagi melihatmu di tengah-tengah mereka. Mereka sedih karena tidak lagi mendengar suaramu yang demikian bagus, tidak merasakan lagi kehadiran hatimu yang selalu memberi kehangatan, semangat yang berkobar-kobar yang setiap kali muncul dalam percakapan sangat hidup. Sungguh terasa bahwa mereka sangat membutuhkanmu, seorang sahabat yang setia, yang di dalam dirimu mereka setiap kali menemukan nasihat-nasihat yang sungguh meneguhkan hati dan kata-kata yang memberi semangat. Ya, sahabatku, kami sering kali mengingat dan merindukanmu, bantulah selalu pertemuan-pertemuan kami dan hadirlah di dalamnya melalui daya kenanganmu. Akulah terutama yang pertama-tama dari mereka yang beruntung karena telah berjumpa denganmu di kota Paris sini; dengan tulus aku ingin berkata bahwa kamu sungguh menempati salah satu ruang utama dalam kenangan indahku; aku sangat memandangmu sebagai salah satu dari sahabat-sahabatku yang dianugerahkan oleh Penyelenggaraan Ilahi untuk berada di sekelilingku sedemikian rupa agar aku tidak terlalu rusak tinggal di kota besar ini. Untuk itu, sekali lagi, aku merasa sangat berhutang budi kepadamu dan aku ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Janganlah heran apabila pada awal tahun baru ini kamu menerima kunjunganku yang tidak kamu sangka-sangka; dan juga janganlah heran jika aku berusaha menghidupkan kembali hubungan kita dengan surat ini yang membuat seakan-akan perpisahan kita tidak pernah terjadi. Kirimilah aku kabar-kabarmu dan marilah kita berusaha saling memberi kabar lewat korespondensi semudah mungkin seperti seringkali kita lakukan dengan begitu mudah untuk saling tukar menukar perasaan dan pikiran. Kelompok Cinta Kasih (SSV) yang kecil masih bertahan hidup, malahan tumbuh dan berkembang berkat kebaikan Allah. Apakah kamu juga dapat mendirikan kelompok yang serupa di Tulle? Apakah kita dapat melakukan kontak dengan serikat dari sana? Bukankah tangan-tangan yang makin melebarkan diri untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan dapat menyatukan kita dan mendekatkan kita kembali meskipun berjauhan? Bukankah sebuah ide yang baik, mendirikan di seluruh Perancis suatu konspirasi (persekutuan persaudaraan) kristiani yang membawa berkat kebaikan umat manusia dan demi kemuliaan Allah. Betapa aku memiliki kerinduan sangat kuat, bila sudah saatnya pulang ke kota Lyon untuk seterusnya nanti, yaitu delapan bulan lagi, untuk menjaga kedekatan dengan sahabat-sahabatku yang nantinya masih akan tetap tinggal di Paris dan dengan mereka yang akan meninggalkan Paris sebelum aku. Tanah sedang mengalami longsor dan badai dahsyat sedang mengancam. Sungguh perlu bahwa kita saling mendukung dan setiap kali saling meneguhkan agar kita tidak merasa sendirian. Sungguh perlu saling memberikan sandaran, kata-kata hiburan, doa. Hari-hari kesedihan dan keputusan sungguh banyak. Saat-saat persahabatan, dari sebab itu, sangat berharga khususnya seperti persahabatan kita. Maka, berusahalah menjaga kelangsungannya dan yakinlah bahwa saya juga akan menjaga kelestarian persahabatan kita dengan tulus dan sungguh-sungguh. Saya yang selalu siap sedia membantumu sepenuhnya.

A. F. Ozanam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: