Surat Kepada Emmanuel Bailly

Pengantar,
Pada tahun 1834 Ozanam berumur 21 tahun, dan baru satu tahun dia bersama lima mahasiswa lain mendirikan konferensi cinta kasih di Paris
di bawah bimbingan salah seorang dosen mereka,Emmanuel Bailly,
yang diangkat sebagai pimpinan pertama.
Lyon, akhir Oktober 1834

Bapak Ketua yang terhormat,
Saya tidak tahu apakah Bapak masih ingat bahwa salah seorang dari anak-anak muda sahabat saya, yang telah datang ke Paris pada musim panas yang baru lalu dan mengikuti salah satu rapat Konferensi Cinta Kasih kita, telah menunjukkan keinginan untuk bergabung dengan kita. Dan untuk itu dia telah mendirikan di Nimes, kota kelahirannya, suatu perkumpulan yang serupa dengan perkumpulan kita. Anak ini bernama Leonce Curnier. Ayahnya seorang pedagang terkemuka di kota itu. Dia sendiri seorang pedagang yang mempunyai hubungan baik dengan kaum buruh kota itu. Karena hatinya sangat peka, maka tak mungkin dia tidak tersentuh oleh kontak kaum buruh itu, karena di kotanya sendiri seperti di semua kota industri lainnya, kemiskinan kaum buruh sangat mencolok. Karenanya dia mencurahkan seluruh kemampuannya untuk mendirikan sebuah perkumpulan yang berminat bergerak dalam bidang amal kasih. Tepat hari ini dia memberi kabar kepada saya bahwa usahanya sudah berhasil dengan baik. Anak muda yang dapat dihimpun itu berjumlah tujuh orang dan dibimbing oleh seorang imam yang patut dikagumi. Mereka akan memulai kegiatan amal pada akhir November.
Untuk memberi semangat kepada anak muda yang baru merintis kegiatannya ini dan untuk mendukung langkah-langkah pertama dalam bidang cinta kasih, Curnier minta kepada saya salinan atau ringkasan dari laporan yang telah dibaca oleh de La Noue di hadapan pastor paroki di St. Etienne du Mont.
Saya mohon Bapak sudi segera mengirimkannya kepada saya. De La Noue akan berkenan membuat salinan laporannya atau membuat sebuah ringkasan; tentu saya tidak berani minta pekerjaan tambahan ini kepadanya apabila itu hanya untuk kepentingan saya sendiri; tetapi ini untuk Tuhan yang baik dan untuk orang miskin. Saya ingin pula bertanya kepada konferensi: apakah tidak sebaiknya disusun sebuah daftar saudara-saudara yang berkorespondensi dengan kita dan saya mohon nama Curnier dan kawan-kawannya dicantumkan di situ. Ini pasti akan menyenangkan Curnier. Dia telah berjanji pada saya bahwa akan senantiasa berkorespondensi dengan saya untuk melaporkan segala kegiatan yang berhubungan degan amal kasih. Dan tentu berita-beita yang menyenangkan ini tidak akan menjadi konsumsi saya sendiri.
Bietrix akan menyampaikan sumbangan saya untuk dua bulan liburan yang baru berlalu. Saya akan tinggal di Lyon selama satu bulan lagi, sebelum bergabung dengan teman-teman di Paris. Waktu terasa berat bagi saya, karena di sini saya tidak berbuat apa-apa untuk orang miskin. Saya merasa menjadi seperti hamba yang tak berguna, karena saya tak berbuat apa-apa kecuali mencari kesenangan dan menikmati kebiasaan bermalas-malas. Tetapi saya berharap supaya Bapak dan teman-teman di Paris tidak gelisah, karena meskipun jauh secara jasmani, hatiku senantiasa bersama kalian. Saya juga mohon agar tidak dilupakan.

Rekan dan sekaligus Sahabat Bapak

A. F. Ozanam

(Sumber: Serikat Kecil No. 26 Th. X, hal 78-79)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: