SURAT KEPADA CHARLES OZANAM


 

Ozanam diangkat menjadi dosen sastra asing di Universitas Sorbonne di Paris pada 9 Oktober 1840 dan menikah dengan Amelia Soulacroix pada 23 Juni ­1841. Saat Ozanam mengirim surat ini kepada adik­nya Charles, yang tinggal bersama Alphonse (kakak Charles), Amelia sakit berkepanjangan. Maka 0zanam mengajak isterinya ke daerah pedesaan untuk ber­istirahat. Surat ini menunjukkan kepribadian Oza­nam sebagai seorang awam yang punya interesse yang mendalam untuk kepentingan Gereja, yang mencintai iman, di tengah kesibukan sebagai bapak keluarga dan dosen.

Nogent-sur-Marne, 25 Juni 1843

Adikku terkasih, sudah lama aku tidak mengirim surat kepadamu. Mestinya jika engkau tetap tinggal bersama Alphonse, aturan Gereja maupun hak-hak usia menuntutku untuk mengalamatkan surat ini kepadanya. Namun hari ini sa­ya perlu mengirim surat hanya kepadamu, karena saya ingin meminta bantuan­mu yaitu menyampaikan surat terlampir kepada tetanggamu, Bp. Genin, sebab saya tidak tahu dengan pasti alamatnya. Ini demi kepentingan Konferensi S. Vin­sensius de Paul. Saya mengharapkan dari dia keterangan-keterangan mengenai Konferensi Lyon. Data ini saya perlukan untuk laporan umum yang akan dicetak tgl. 19 Juli. Terbitan ini sangat perlu untuk menjaga kesatuan dalam organisasi kita yang sungguh diberkati Tuhan: sampai sekarang jumlah konferensi di Perancis sekitar delapan puluh, di Roma dua, di Belgia banyak, dan jumlah anggota lebih dari empat ribu orang.

Marilah bersyukur kepada Penyelenggaraan Ilahi, sahabatku terkasih, kare­na kita diberi kesempatan menjadi anggota keluarga besar yang muda dan terus berkembang ini, yang mungkin terpanggil untuk membawa kesegaran kepada seluruh Perancis, dengan mempersiapkan kader-kader kristiani bagi semua profesi, bagi dunia ilmu dan seni, serta bagi dunia politik. Bagaimanapun juga, kita me­nyaksikan suatu gerakan kembali kepada iman; dan ini terjadi pelan-pelan, tan­danya bahwa gerakan ini merupakan suatu gerakan yang mantap dan stabil, dan akan sampai pada tujuan akhir, bila kita tidak merusak segalanya dengan kele­mahan dan kecerobohan kita. Makin kamu memasuki dunia studimu, makin ka­mu harus merasakan pengaruh cahaya agung yang berasal dari iman dan tak dapat diganti oleh apapun.

Mengenai diriku, saya sedang menyelesaikan tahun pertama kursus sejarah sastra Italia; dalam kursus ini saya sudah menelusuri masa kristiani awal sampai zaman. Karel Agung. Tugas ini bagi saya maupun bagi para pendengar merupa­kan pendalaman yang lebih mantap daripada kursus tentang Kepausan, yang menjadi saksi peralihan yang rumit antara zaman kuno dan zaman modern. Nah, saya merasakan betapa menguntungkan mempelajari sejarah peradaban kristiani dari dekat. Sejak dulu memang saya sudah mengetahui kekayaan-kekayaan yang telah dihasilkan oleh peradaban kristiani; namun sekarang saya merasa bahwa kekayaan itu jauh lebih berharga. Saya semakin sadar betapa kita seharusnya mencintai Gereja, yang demikian besar perjuangannya untuk memelihara, mem­persiapkan, memungkinkan segala-gaIanya yang sekarang kita miliki: ilmu, akhlak, kemerdekaan, peradaban.

Saya akan mengirim kepada alamatmu, untuk diteruskan kepada Alphonse, satu eksemplar terbitan terakhir majalah Correspondant. Di dalamnya akan ka­lian temukan hasil kuliah saya tentang para rahib kristiani. Dan itu merupakan jawaban terhadap serangan dosen-dosen College de France.

Surat kalian yang terakhir ternyata sisipan di jalan dengan surat saya. Teri­ma kasih atas ungkapan-ungkapanmu yang baik. Saya tidak jadi menanggapi ba­nyak pertanyaan, karena saat ini saya terbebani banyak urusan. Tetapi dari sudut lain, untuk menanggapi beberapa persoalan, untuk mengungkapkan suatu pan­dangan, perlu sedikit pengetahuan tentang permasalahan itu yang tak saya mi­liki. Misalnya mengenai masalah pelajaran persiapan untuk menempuh ujian BA dalam ilmu alam, saya tidak mempunyai referensi apapun, kecuali pandangan Alfonsus. Dan hanya kalian yang cukup mengerti keadaan kesehatan dan kese­diaan Maria, sehingga kalian dapat mengerti apakah dia sanggup datang kemari tahun depan. Hari ini saya menulis surat ini dari tempat peristirahatan di luar ko­ta, dan di sini saya tidak membawa surat-surat terdahulu, sehingga saya tidak da­pat menanggapi pertanyaan-pertanyaan lain yang kalian ajukan. Sungguh tidak enak bercakap-cakap dengan kalian dari jarak demikian jauh segala macam ko­respondensi tidak sebanding dengan percakapan langsung selama setengah jam saja. Dengan seluruh hatiku saya merindukan saat perpisahan ini akan berakhir. Kita bersama-sama sangat mencintai kehangatan keluarga; karena itu saya yakin Tuhan lambat laun akan mengijinkan kita menikmatinya lagi.

Nyonya Soulacroix tentu sudah mengabarkan kepada kalian bahwa kami
melewati beberapa hari di rumah Nyonya Peclet di Nogent-sur-Mame untuk
mempercepat pemulihan kesehatan bagi Amelia. Tempatnya sangat indah udara menyenangkan, taman luas. Sayang kalian tidak ada. Akhirnya kesehatan si sakit semakin membaik. Setelah dua setengah bulan penuh rasa takut, kesusahan, harapan, yang gagal bersama harapan yang menjadi kenyataan, saya mulai percaya bahwa proses penyembuhan sudah lengkap. Marilah berdoa agar semuanya berakhir dengan baik. Sampai jumpa lagi, adikku terkasih, dengan segenap hati saya memeluk kamu bersama Alfonsus.

 

A.F. Ozanam

Diterjemahkan oleh Rm. Ponticelli, CM

Serikat Kecil No. 28 Th. XII

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: