Ampunilah dan Kamu Akan Diampuni

Lukas 6:36-38

 Bapak Yohanes tinggal bersama isteri dan ketiga anaknya dengan damai di sebuah desa di Blitar. Namun kedamaian keluarga ini terusik semenjak terjadi konflik yang keras antara Bapak Yohanes  dengan  Bapak Matius. Bapak Yohanes dan isterinya tidak rukun lagi keluarga Bapak Matius. Padahal rumah mereka saling berhadapan dan hanya dipisahkan oleh jalan desa. Para tetangga sudah tahu konflik itu, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena itu adalah masalah keluarga.

Mengapa Bapak Yohanes tidak rukun dengan keluarga Bapak Matius? Menurut Bapak Yohanes,karena  ia sekeluarga telah dihina oleh Bapak Matius.  Dari penghinaan itu, kemudian Bapak Yohanes tidak pernah bertegur  sapa dengan Bapak Matius dan isterinya demikian juga sebaliknya. Walaupun sering berpapasan di jalan maupun terpaksa bertemu saat acara slametan, namun mereka tak saling tegur sapa. Itu semua berjalan bertahun-tahun. Kedua belah pihak tidak ada yang meminta maaf. Mereka sulit untuk meminta maaf dan memaafkan yang lain. Mungkin  karena mereka merasa yang benar atau merasa malu.

“Ampunilah dan kamu akan diampuni.”  Itulah janji Yesus kepada kita. Tuhan Allah yang Maharahim  selalu  mengampuni kita yang mau bertobat dan kembali kepadaNya. Namun  kita juga dituntut untuk mengampuni sesama kita. Apakah kesulitan kita untuk mengampuni dan memaafkan saudara-saudari kita?

Mengampuni orang yang menjengkelkan, mengampuni orang yang membuat kita marah, dan  mengampuni orang yang menyakiti kita? “Wah … sulit, berat!”  Itulah ungkapan yang akan kita katakan saat kita diminta mengampuni sesama kita.

Memang sulit mengampuni , memaafkan orang. Bagaimana supaya kita dapat mengampuni sesama kita? Pertama kita harus menyadari bahwa kita / saya selalu diterima dan disambut oleh Allah walaupun kita telah berkali-kali menyakiti dan meninggalkanNya. Allah hadir seperti Bapak yang selalu menyambut anak-anakNya yang mau kembali kepadaNya. Kalau Allah selalu bersedia mengampuni kita,maka seharusnya kita juga mengampuni sesama kita. (fr. gunawan,cm)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: