Daya Kekuatan dan Kuasa Allah dalam Diriku

Luk 11:14-23

Beberapa waktu yang lalu, saya bertemu dengan seorang teman. Ia menceritakan bahwa salah seorang anggota keluarganya menderita sakit. Mereka sudah datang ke beberapa dokter dan analisa mereka tidak ada yang sama. Kemudian di-USG. Hasilnya semuanya normal-normal saja. Padahal anggota keluarga teman saya itu jelas-jelas badannya masih sakit semua sehingga ia belum bisa bangun dari tempat tidurnya selama beberapa minggu. Salah seorang dokter mengatakan kepada anggota keluarga teman saya itu supaya memohon doa dari seorang bapak rohani dengan demikian anggota keluarga teman saya itu dapat berdoa.

Suatu saat, ada seseorang yang datang pada keluarga teman saya itu. Orang itu mengatakan bahwa anggota keluarga teman saya itu diteluh orang. Kemudian secara bertahap, anggota keluarga teman saya itu, tubuhnya dibersihkan oleh orang itu. Dari tubuhnya dikeluarkanlah wajan, bor, paku, tanah kuburan dan lain-lain. Antara percaya dan tidak percaya, teman saya itu menyaksikan peristiwa itu. Anggota keluarga teman saya itu, pelan-pelan keadaannya membaik.

Bacaan hari ini mengisahkan Yesus yang mengusir setan yang membisukan. Namun setelah orang itu sembuh, Yesus justru dituduh oleh salah seorang dari mereka bahwa Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan. Yesus menjawabi tuduhan mereka. Ia mengatakan bahwa kuasa itu bukan dari Beelzebul melainkan dengan kuasa Allah.

Berkat baptisan, kita dipersatukan dengan Kristus dan GerejaNya. Dengan baptisan itu pula, dosa kita dibersihkan dan kita menerima kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita. Roh Kudus itu memberikan daya kekuatan dan kuasa bagi kita untuk melawan kekuatan jahat yang merasuki diri kita.

Masalahnya adalah apakah daya kekuatan Roh Kudus yang kemudian kita pupuk juga dengan kehadiran Tubuh Kristus dalam diri kita saat perayaan Ekaristi itu, efektif? Mana kala daya Roh Allah yang hadir dalam diri kita itu efektif, maka kita dapat mengalahkan kuasa yang jahat. Namun untuk membuat efektif daya kekuata Roh Kudus itu, maka kita perlu membangun relasi yang dekat dengan Allah sendiri. banyak berdoa dan sejauh perlu berpuasa. Dalam hal ini kita perlu bantuan orang lain untuk membantu kita. (fr.gunawan,cm)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: