“Pola” Kerja Vinsensius dan Ozanam

Vincent bisa dikatakan Bapa Orang Miskin. Namun selain itu, ia adalah seorang pembangun gereja modern. Pengalaman Vincent adalah guru yang membuatnya menjadi seorang pembangun gereja modern. Pengalaman-pengalaman yang mendesaknya untuk membangun gereja adalah pengalaman di Folleville, Chatilon Les Dombes, dan pengalaman bersama para tukang dayung perahu perang untuk pertempuran antara tentara Perancis dan Spanyol. Dari pengalaman-pengalaman itu, dalam diri Vinsensius muncul keprihatinan-keprihatinan dan dari keprihatinan itu Vincent melakukan gerakan-gerakan. Itulah tiga kunci “pola” kerja keberangkatan karya Vinsensius; pengalaman – keprihatinan- gerakan. Tiga poin ini selalu ditekankan oleh Vincent.

Ozanam juga memakai pola yang dipakai Vinsensius yakni pengalaman – keprihatinan – gerakan. Karya besarnya terwujud dengan berangkat dari pengalaman hidup dalam situasi gereja yang dimusuhi oleh kelompok sosialis perancis khususnya Sint Simon dimana banyak umat katolik yang mengalami penganiayaan. Pengalaman itu menumbuhkan keprihatinan iman. Dan dalam tantangan hidup itu, Ozanam berusaha membuktikan imannya dengan tindakan nyata.

Setelah sekian lama merefleksikan pengalaman dan keprihatinannya terhadap situasi yang ada, ia bersama dengan teman-temannya mewujudkan keprihatinannya itu dengan memberikan perhatian kepada kaum miskin. Itu ia awali bersama kelompoknya dengan mengunjungi orang miskin. Sampai akhirnya ia mengembangkan karya itu menjadi SSV yang kita kenal sekarang.

Apakah aku masih memiliki keprihatinan terhadap situasi sekitarku? Apa tindakan yang bisa ku lakukan untuk merealisasikan keprihatinan ku?

 

(Tulisan ini adalah konferensi Rm. Ponticeli , CM dalam retret anggota SSV di tiga dewan daerah, Prigen 24-26 Oktober 2003)

 

 

Keprihatinan

 

Kepri-hati-nan adalah soal menggunakan hati; soal memberi per-hati-an yang ditindaklanjuti dengan suatu tindakan konkret dengan sepenuh hati. Apakah aku rajin menggunakan hati di dalam hidupku?

Keprihatinan memiliki makna yang besar bagi kita. Keprihatinan bisa menjadi pintu masuk untuk menemukan panggilan kita. Artinya dengan keprihatinan kita, kita akan bisa mengenal dan menemukan peran saya di dunia ini dan rencana Tuhan atas aku. Selain itu, keprihatinan juga bisa menjadi jalan untuk mendekati Tuhan. Dengan keprihatinan, kita akan mudah untuk berdoa atau bahkan terdoa. Ketika hati kita tersentuh oleh hal yang menimbulkan keprihatinan kita, maka ketika itu pula kita terdorong dari dalam untuk bersyukur atas hidup kita, kasihan terhadap keadaan orang lain, termotivasi untuk melakukan suatu tindakan konkret terhadap orang lain dst. Karena itu, dengarkanlah hatimu. Karena dari dalam hati orang akan sampai pada Legenda Pribadinya (Tujuan Hidupnya).

Bagaimana melatih dan mengembangkan keprihatinan?

1. Mengawali dan mengakhiri hari dengan hening karena keprihatinan adalah soal hati dan bila ingin masuk ke dalam hati kita perlu suasana hening.

2. Masuk dalam kepihatinan Allah. caranya dengan membuat ruang batin, waktu untuk batin sarananya misalnya adalah salib, doa singkat yang diulang-ulang dll.

3. Peka pada kebutuhan fisik, sosiopsikis, rohani diri dan orang lain. Ini juga sangat membantu kita untuk masuk pada keprihatinan Allah.

4. Mewujudkan dalam tindakan nyata keprihatinan-keprihatinan kita. Dengan tindakan keprihatinan kita meningkat.

5. Mempertanyakan dan mengevaluasi hidup.

6. Tidak menuntut tapi memberi teladan dan mengajak.

7. Mendengarkan apa yang ada / apa saja yang kita bicarakan dalam diri kita. Kalau baik atau positif, apa yang dibicarakan itu perlu dikembangkan dan diwujudkan. Kalau negatif, apa yang dibicarakan itu, diterima saja untuk kita sendiri.

8. Ambil bagian dalam gerakan keprihatinan karena adakalanya, keprihatinanku lemah.

9. Mengerjakan semuanya dengan hati

10. Kreatif mengembangkan kehadiranku/kehadiran kita masing-masing.

(Tulisan ini sebagian besar adalah konfernsi Rm. Sad Budianto, CM dalam retret SSV di Prigen 24-26 Oktober 2003)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: