Terlibat

Yohanes 6:1-15

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus meminta murid-murid untuk
memikirkan dan mencari jalan keluar bagaimana caranya supaya 5000
orang laki-laki belum terhitung perempuan dan anak-anak dapat makan
saat itu. Maka Yesus bertanya kepada mereka: “Di manakah kita akan
membeli roti, sehingga mereka ini dapat makan?” Bisa dibayangkan
kebingungan yang dihadapi oleh para murid. Mereka barangkali mulai
menghitung-hitung uang kas yang mereka miliki, selain itu juga
berfikir mau kemana mereka membeli makanan karena mereka berada di
tepi danau Tiberias yang jauh dari penjual makanan. Maka mereka mulai
bertanya-tanya kepada orang-orang, adakah mereka membawa makanan.
Rupanya ada seorang anak kecil yang memiliki lima jelai roti dan dua
ikan. Namun tetap saja para murid bingung, karena mana mungkin cukup 5
roti dan 2 ikan untuk orang sebanyak itu.

Melihat kebingungan para murid, Yesus tetap tenang. Namun Ia tidak
tinggal diam. Para murid yang sedang bingung itu, dimintaNya untuk
menyuruh orang-orang itu duduk. Lalu Yesus mengambil roti itu,
mengucap syukur dan membagi-bagikan roti-roti dan ikan-ikan itu dan
orang-orang itu makan sampai kenyang, bahkan potongan-potongan roti
yang tersisa berjumlah 12 bakul penuh. Melihat hal itu, orang-orang
bersukacita dan memuji Tuhan serta semakin terkagum-kagum pada Yesus:
“Dia ini benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia.”

Yesus tahu kapan saat yang terbaik untuk mengajar para murid dan
menunjukkan siapa diriNya dihadapan banyak orang. Dalam bacaan hari
ini, Yesus mengajar murid-murid untuk terlibat. Teribat memikirkan apa
yang menjadi kebutuhan orang lain. Kebutuhan orang banyak yang
berbondong-bondong mengikuti Yesus itu adalah “tanggungan” dari para
murid juga. Namun itu tidak berarti Yesus lepas tanggung jawab,
melainkan Yesus ingin melibatkan para murid untuk memenuhi kebutuhan
makanan dari orang banyak itu. Maka dalam ketenanganNya, akhirnya
Yesuslah yang turun tangan untuk mengatasi masalah itu. Yesus kemudian
mengucapkan dosa syukur dan membagi-bagikan roti dan ikan itu kepada
orang banyak. Para murid tentu terlibat dalam membagi makanan yang
telah digandakan oleh Yesus itu.

Dalam keterlibatan kita untuk melayani sesama, pada dasarnya kita
tidak sendiri. Terlebih saat orang yang kita layani begitu rewel,
maka kita kerap merasa marah jengkel sendiri. Namun Yesus dalam bacaan
hari ini menunjukkan bahwa Dia selalu menemani kita dalam segala
kesulitan. Yesus tahu apa yang terbaik untuk umatNya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: