Tuhan selalu menyertai kita

Kis 18:9-18
“Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.”

“Takut dan Ngeri!” Mungkin kata itulah yang bisa kita ucapkan saat mau mengatakan kebenaran pada zaman ini. Mengapa? Karena hukum tidak jelas dan mudah untuk dibolak-balik, yang salah bisa dibenarkan, yang benar disalahkan, hukum mudah dibeli. Selain itu, dari berbagai pengalaman, orang-orang yang memperjuangkan keadilan dan kebenaran terus menerus diintimidasi dan bahkan dianiaya. Salah satu contohnya adalah masyarakat Porong – Sidoarjo yang kehilangan hak milik yang merupakan tumpuan hidupnya, justru menjadi bulan-bulanan aparat dan hingga kini banyak yang tidak mendapatkan ganti rugi yang layak dan terkatung-katung di pasar Porong. Namun syukurlah masih ada orang yang berhati nurani jernih sehingga rela membantu mereka.

Ketakutan dan kengerian demikian itu, juga dialami olah Paulus saat mewartakan Kristus di kota Korintus. Orang-orang Yahudi melawan Paulus dan mereka menyeret Paulus ke depan pengadilan. Namun dalam suatu penglihatan, Tuhan memberikan peneguhan kepadanya. Ia berkat kepada Paulus: “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau.” Tuhan menyertai Paulus dan tidak membiarkan Paulus berada dalam ketakutan dan kengerian oleh intimidasi dan ancaman dari orang-orang Yahudi. Penyertaan Tuhan itulah yang membuat Paulus tidak gentar terhadap segala ancaman dan aniaya.

Sebagai orang muda, kita juga pernah atau bahkan sedang mengalami ketakutan dan kengerian. Saat kita mau menolak ajakan untuk mengkonsumsi narkoba, atau seks bebas, stress, dan lain-lain, kita takut, takut dikatakan sok suci atau sok baik. Saat mau membantu teman yang sedang sakit kita tidak boleh takut mengatakan yang benar, kita tidak boleh mundur dari perjuangan membangun Kerajaan Allah di dunia ini, kerajaan yang damai, adil dan benar. Mengapa? Karena Tuhan selalu menyertai kita dan membiarkan kita terus dalam penganiayaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: