Keutamaan Yesus Kristus menurut Vinsensius

1. SIMPLISITAS – KESEDERHANAAN

  • Kesederhanaan pertama-tama adalah soal relasi kita dengan Tuhan. Karena kita ini hidup, bergerak dan ada hanya dalam Dia (Kis 17:28), maka sederhana sekali seharusnya hidup kita juga hanya tertuju kepadaNya. “Berbahagialah orang yang murni hatinya karena mereka akan melihat Allah” (Mat 5:8).

  • Tidak mendua hati, hanya tunggal yakni bagi Tuhan dan kehendakNya.

  • Dalam hidup sehari-hari keutamaan ini adalah tentang memilih cara yang benar untuk melakukan sesuatu. Kita harus membuatnya sebagai prinsip yang suci, tanpa kecuali, karena kita berkarya bagi Allah, maka kita akan selalu memilih cara Allah untuk melaksanakan karya kita, melihat dan menilai segala hal dari sudut pandang Kristus bukan dari kebijaksanaan duniawi; dan bukan dari pemikiran kita sendiri (SV-CR II,4-5)

Kesederhanaan hati – ketulusan

Orang beriman mengisi hatinya pertama-tama dengan Allah dan sabdanya. Segala urusan lain selalu dilihat dalam rangka urusan Allah dan kehendakNya. Ia melihat segala persoalan bersama Kristus: “Quid nunc Christus – Jika Engkau sekarang ada ditempatku Kristus apa yang akan Kau perbuat?” (SV)

Kesederhanaan material

Menginginkan, memiliki, dan menggunakan materi secukupnya, tidak berlebihan. Dari sendirinya ini berhubungan timbal balik dengan kesederhanaan hati. “Di mana hartamu berada, disitu hatimu berada” (Mat 6:21, Luk 12:34).

Orang yang tak pernah puas hanya melihat kepentingannya sendiri, dia tak melihat Tuhan dan sesamanya manusia, kecuali sebagai sarana mencapai kepentingannya.

Kesederhanaan kata

Menyampaikan kebenaran apa adanya, tidak memanipulasi. Jika ya katakanlah: ya, jika tidak katakanlah: tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat (Mat 5:37).

Walau perlu bijak agar tidak mengatakan hal yang bisa merugikan Allah dan sesama. Tidak menggunakan kata yang muluk-muluk dan sulit dimengerti, memudahkan komunikasi.

2. HUMILITAS – KERENDAHAN HATI

Menyadari kita hanya mahluk ciptaan. “.. apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?” (1 Kor 4:7)

Kesediaan untuk digunakan oleh Tuhan Sebagai ciptaan sudah seharusnya kita ini selalu siap sedia digunakan oleh Pencipta kita.

Menyadari kesementaraan hidup duniawi

Kej 3:19… sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”

Menyadari ketidaksempurnaan kita

Mengutamakan orang lain

Kerendahan hati kelompok

Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu…” (Yoh 13:13-17). Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari dirinya sendiri. “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus” Yesus (Flp 2:3-5).

3. KELEMBUTAN HATI

Berbahagialah orang yang lembut hati, karena mereka akan memiliki bumi” (Mat 5:5). Kelembutan hati pada pokoknya adalah soal relasi kita dengan orang lain. Menghormati mereka sebagai citra Allah. Kelembutan hati disebut juga kecerdasan emosional. Kemampuan untuk mengendalikan emosi. Agar mudah didekati dan melayani dengan baik Sabar menanggung serangan dan mengampuni. Jalan untuk membangun perdamaian.

4. MORTIFICATIO – MATIRAGA

Matiraga adalah sarana untuk dapat memiliki dan melaksanakan semua keutamaan. Tanpa matiraga kita tak mungkin membangun hidup, masa depan, dan dunia kita dengan baik.

Syarat untuk mengikuti Yesus

Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Mat 16:24).

Sarana untuk mencapai tujuan yang luhur

Memilih yang lebih baik, Membawa kebebasan sejati

Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna …aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun “ (1 Kor 6:12).

5. KARITAS – KASIH

Keyakinan dasar bahwa Tuhan sudah mengasihi kita. “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita …” (1Yoh 4:10). Perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Marilah mengasihi Tuhan saudara-saudaraku, namun marilah mengasihiNya dengan menyingsingkan lengan baju kita, dan mencucurkan keringat kita (SV). Agar efektif perlu organisasi. (Presentasi Rm. Sad Budianto, CM, 14 September 2008)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: