Ingatlah engkau dari debu dan akan kembali ke debu

Yoel 2:12-18
2 Korintus 5:20-6:2
Matius 6:1-6.16-18

Pada hari ini kita memasuki masa puasa dan tobat. Masa prapaska. Pada perayaan ini, kita akan menerima abu di dahi kita. Pelayan akan mengatakan: “Ingatlah engkau dari debu dan akan kembali ke debu” atau “bertobatlah dan percayalah kepada Injil.” Penerimaan abu ini mengingatkan kita bahwa kita berasal dari abu/debu. Abu/debu yang dihembusi nafas hidup oleh Tuhan. Hanya oleh hembusan dari Tuhan, kita menjadi makhluk yang hidup. Tanpa hembusan nafas hidup dari Tuhan kita hanyalah debu/abu (Kej 2:7). Penerimaan debu/abu mau mengatakan bahwa “tanpa Tuhan kamu tidak hidup.” Tanpa Tuhan kita hanya abu/debu yang mati dan tercerai-berai ditiup angin.

Pada masa prapaskah ini, kita juga diajak untuk menyadari dosa-dosa kita. Karena dosa-dosa kita, menyusahkan hati Tuhan (Yes 43:24). Nabi Yoel mengungkapkan undangan Tuhan: “Berbaliklah kepadaKu dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh. Koyakkanlah hatimu, dan jangan pakaianmu” (Yoel 2:12).

Dalam masa prapaskah ini, selain diajak untuk menyadari dosa dan kerapuhan kita, kita juga diingatkan akan kerahiman dan keagungan kasih Allah. “Berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan ia menyesal karena hukumanNya.” Puasa dan tobat harus kita hayati dari kaca mata paskah; peristiwa penyelamatan Tuhan dengan sengsara, wafat dan kebangkitanNya. Tanpa itu, puasa dan tobat kita hanya akan membuahkan hilangnya kepercayaan diri, membuat kita tidak berdaya, dan membuat kita lumpuh. Dengan paskah, puasa dan tobat kita membuahkan harapan akan penyelamatan Allah, penebusan Kristus.

Pada masa prapaskah ini kita dipanggil untuk kembali kepada Allah. Pada masa retret agung ini kita diajak untuk semakin mendekatkan diri padaNya. Caranya adalah dengan puasa, tobat, banyak berdoa, dan amal. Namun Injil Matius mengingatkan supaya puasa, doa, dan sedekah kita, kita lakukan hanya supaya dilihat Tuhan yang tersembunyi bukan supaya dilihat orang lain. Tuhan yang ada di tempat yang tersembunyi akan memperhitungkan usaha kita. Dan sebaliknya akan memberikan ganjaran kepada mereka yang berpuasa, doa, dan sedekah hanya untuk dipuji orang lain. Selamat Memasuki Masa Prapaskah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: