URAIAN SINGKAT SEMANGAT SERIKAT SOSIAL VINSENSIUS (SSV)

252482_135234863220655_3999971_nBerdasarkan Buku Pedoman Serikat Sosial Vinsensius Indonesia 2004

Semangat SSV
Ozanam dan kawan-kawannya bersatu dalam persaudaraan untuk melayani kaum miskin dengan tujuan membuktikan kebenaran iman kristen dengan perbuatan yang lebih dari kata-kata.

Skema Becak:
Ban Belakang : Iman kepada Allah.
Ban Kiri : Persaudaraan dengan sesama anggota dan kaum miskin.
Ban Kanan : Karya Kasih kepada kaum miskin.
Hidup dalam hubungan pribadi dengan mereka yang menderita, hidup bersama dalam semangat yang demikian itu (persaudaraan, persahabatan), itulah intisari, ciri dan watak asli SSV (Pedoman SSV Indonesia, hal 13).

Dasar persatuan SSV: panggilan Vinsensius
Suatu panggilan: pelayanan langsung kepada kaum miskin. Ciri khasnya adalah hasrat yang besar untuk mengambil bagian secara “pribadi dan langsung” dalam “melayani kaum miskin.” Caranya: dengan secara pribadi memberikan “hati dan persahabatan.” Cara yang digunakan oleh Ozanam dkk. adalah “kunjungan ke rumah-rumah orang miskin.” Penyesuaiannya untuk kita zaman ini: tak boleh puas dengan pemberian sedekah, kita perlu mengadakan percakapan pribadi dengan yang menderita. Karena dengan mengadakan percakapan pribadi dengan klien kita akan dapat mengangkat harkat dan martabat mereka serta menemukan Injil Tuhan dalam hidup mereka.

Ciri-ciri Pokok SSV

Himpunan persaudaraan. Semua adalah saudara. Bukan orang lain. SSV suatu keluarga sejati secara manusiawi dan rohani dan terbuka bagi orang yang bercita-cita sama.Memilah-milah Anggaran Dasar SSV Menurut Skema Semangat SSV (Becak):
1. Iman

– Anggota SSV berusaha memberi kesaksian tentang cinta kasih Kristus dengan doa, renungan Kitab Suci, ajaran gereja dan hidup sehari-hari dalam hubungan dengan mereka yang membutuhkan (klien). (Pedoman SSV Indonesia, Bab I ketentuan umum, II)
– Mendalami iman katolik, menghayati spiritualitas serikat dalam semangat doa dan dijiwai sabda Allah. (Pedoman SSV Indonesia, Pasal 3,2 : kegiatan utama anggota konferensi)
– Pertemuan diawali dan diakhiri dengan doa … (Pedoman SSV Indonesia, Pasal 4,2 tentang pertemuan konferensi)
– Bacaan Rohani dan renungan memegang peranan penting untuk memperteguh iman dan disampaikan oleh Pensihat Rohani atau salah seorang anggota yang hadir (Pedoman SSV Indonesia,Pasal 4,3 pertemuan konferensi).
– Anggota konferensi disebut vinsensian yaitu mereka yang bersedia hidup dalam iman katolik dengan mencintai dan melayani sesama yang membutuhkan, mengikuti pertemuan dan kegiatan amal serikat. (Pedoman SSV Indonesia, Pasal 2,4)

2. Persaudaraan:
– Organisasi Internasional kaum awam. 1. Bersifat katolik dan terbuka bagi siapa saja yang berminat menyatakan imannya dengan mencintai sesama yang membutuhkan. 2. Bukan hanya memberi bantuan sesaat tapi juga berusaha memperbaiki keadaan yang menyebabkannya. 3. Tak pilih-pilih dalam melayani. 4. Anggota adalah kesatuan dalam semangat kemiskinan dan cinta. (Pedoman SSV Indonesia, Bab I : Ketentuan Umum, I)
– Kelompok yang bertemu secara teratur. Dipersatukan dalam Deda, Dewil, Denas dan dewan umum. (Pedoman SSV Indonesia, Bab I ketentuan umum, IV)
– Pertemuan konferensi dilaksanakan dengan semangat persaudaraan, kesederhanaan dan sukacita kristiani. (Pedoman SSV Indonesia, Bab I ketentuan umum, V)
– Menghadiri pertemuan konferensi dalam semangat kasih persaudaraan (Pedoman SSV Indonesia, Pasal 3,1: Kegiatan anggota konferensi)
– Pertemuan konferensi (Pedoman SSV Indonesia, Pasal 4)
– Pengurus Konferensi: Ketua, Wakil ketua, Sekretaris, Bendahara (Pedoman SSV Indonesia, Pasal 6-10)
– Keuangan konferensi (Pedoman SSV Indonesia, Pasal 11).
– Kerjasama dengan kelompok lain. (Pedoman SSV Indonesia, Pasal 7,5: tugas ketua). Keluarga Vinsensian termasuk anggota pendukung (anggota yang memerlukan bantuan doa, moral, material yang tak aktif dalam kegiatan rutin SSV) (Pedoman SSV Indonesia, Pasal 2,5)

3. Karya kasih:
– Dengan semangat cinta kasih dan keadilan menolong sesama yang menderita melalui keterlibatan langsung setiap anggotannya.. (Pedoman SSV Indonesia, Bab I ketentuan umum, I)
– Mewujudkannya di dalam karya kasih untuk membantu mereka yang membutuhkan bantuan dan penghiburan, melalui kunjungan pribadi. (Pedoman SSV Indonesia, Pasal 3,3: Kegiatan anggota konferensi). Melayani kaum miskin adalah melayani Kristus sendiri (Pedoman SSV Indonesia, Tujuan SSV berakar pada Injil, hal 14).

gunscm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: