Profil

Frederic Ozanam dilahirkan di Milan pada tanggal 23 April 1813. Bersama keluarganya ia pindah ke Lyons. Ozanam kuliah di Sorbonne, Paris pada tahun 1831. Ia mengambil jurusan hukum seperti Ayahnya. Pada zaman itu berkembang ideologi Marxis, dan gerakan-gerakan anti Gereja demikian banyak. Pada tahun 1833, Frederic Ozanam, seorang mahasiswa Paris yang berumur 20 tahun bersama beberapa kawannya dan seorang mahaguru Bailley, merasa diilhami untuk bersatu dalam melayani kaum miskin dengan cara yang sederhana dan bijaksana, dan masih dalam rangka kerja hidup profesional dan kekeluargaan mereka sebagai awam.

Pada permulaan mereka ingin membuktikan kebenaran iman Kristen mereka dengan perbuatan yang lebih dari pada kata-kata saja. Karena banyak orang mengejek dengan pertanyaan: “Mana perbuatanmu yang membuktikan kebenaran imanmu?” Mereka berusaha membuktikan iman mereka dengan bersahabat dengan kaum miskin. Mereka berkunjung ke tempat tinggal orang-orang miskin dan menyapa mereka sebagai saudara. Setelah pemuda-pemuda ini mengadakan hubungan pribadi dengan kaum miskin, mereka menyadari bahwa cinta kasih itu tak dapat dipisahkan dari keadilan. Maka sedapat-dapatnya mereka mengusahakan perbaikan keadaan untuk kaum miskin itu. Tetapi untuk kaum miskin itu tak selalu dapat dicapai keadaan tersebut.

Mereka lalu berusaha mengerjakan hal-hal yang hanya memerlukan unsur dirinya saja, diri mereka sebagai mahasiswa-mahasiswa sederhana. Mereka memberi, apa yang dapat diberikan oleh orang termiskin sekalipun, yaitu berupa sebagian dari waktunya, dari miliknya yang sederhana, dari kehadirannya, percakapannya, dan segala apa yang dapat diperbuat dalam usaha meringankan beban hidup kaum miskin ini sebaik-baiknya. Sebagai hasil dari pertemuan itu, nyatalah bagi pemuda-pemuda ini bahwa mereka sendiri harus berlaku miskin agar dapat mengerti kaum yang menderita itu.

Dengan kehidupan yang demikian, apa yang akan menjadi Serikat Sosial Vinsensius tidak dapat tidak menuntut dari mereka suatu pendalaman hidup kerohanian mereka. Hidup dalam hubungan pribadi dengan mereka yang menderita, hidup bersama dalam semangat demikian itu, itulah intisari, ciri dan watak asli SSV. Mengapa? Karena dengan kunjungan atau kontak langsung dengan orang miskin, mereka melihat Kristus sendiri. Lebih dari itu, dalam perjumpaan itu merekapun akan diInjili oleh orang kecil yang kita alami. “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang saudaraKu yang paling hina ini, kamu melakukannya untuk Aku” Mat 25:40).

2 Responses

  1. Selamat siang, Saudara
    Saya adalah seorang umat di Keuskupan Surabaya.
    Saat ini saya harus mengadakan ibadat app dengan tema “membangun komunitas dialogis bersama untuk mewujudkan kesejahteraan umum”. Saya ingin ada film yang berkaitan dengan tema itu. Saya sudah mencari di google, tapi belum menemukan. apakah Saudara memiliki atau mengetahui sumber film seperti itu yang bisa saya download?

    Atas perhatian Saudara, saya mengucapkan terima kasih.

    Best regards,

    anton

    nb. mohon balas di email saya saja. Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: