Bijaksana

timbangan 1kg

“Orang yang tidak bijaksana tidak peduli mengenai cara, waktu, dan tujuan yang wajar…, sementara orang yang bijaksana bertindak dengan hati-hati dan dengan demikian segalanya dilakukan dengan tepat dari segala sudut.” (DBSV V, 66)

Advertisements

Keramahan

IMG_2928“Tidak ada orang yang lebih tekun dan kuat dalam kebaikan daripada mereka yang lembut dan ramah” (DBSV V, 85)

“Keutamaan keramahan… menyebabkan kita bersikap sopan santun dan rela saling menghargai dalam pergaulan kita.”

“Keramahan adalah jiwa dari pergaulan yang baik dan karena itu membuat pergaulan menjadi bukan hanya berguna, melainkan juga menyenangkan” (DBSV V, 89)

Refleksi

Persahabatan yang dijiwai oleh semangat keramahan membangun kehidupan, mengabadikan kasih dan menghantar jiwa-jiwa kepada perjumpaan dengan Tuhan. (Gun)

Mata yang Kotor

dirty eyes“Jangan sama sekali berbicara di depan umum mengenai kesalahan dan kelemahan orang lain. Kalau peringatan dinilai berguna, hendaknya dilakukan secara pribadi, dan dengan sikap yang sedapat mungkin penuh kasih dan kelembutan.” (DBSV  V, 140)

“Mereka yang mempunyai mata yang kotor melihat segalanya kotor.
Demikian pula terjadi bagi mereka yang cenderung mencela segalanya.” (DBSV V, 167)

Renungan

Sudut pandang seseorang memandang sebuah pengalaman seringkali mempengaruhi bagaimana seseorang mendapatkan sebuah pelajaran dari peristiwa yang dialami.

Seorang yang sudah dijejali dengan gambaran buruk terhadap seseorang, cenderung sulit menemukan hal baik dan belajar apa yang baik dari orang tersebut.

Sebaliknya orang yang mengetahui dan mengalami kebaikan dan keutamaan seseorang, ia cenderung akan mudah untuk belajar dari orang tersebut.

 

 

Hati – hati Bila Sedang Marah

angry
“Bila seorang merasa digerakkan oleh kemarahan, hendaknya berhenti bertindak dan juga berhenti berbicara dan terutama jangan mengambil keputusan apapun, sampai nafsu ini menjadi tenang.” (DBSV  V, 47)

Keinginan yang Berasal dari Tuhan

“Keinginan-keinginan yang berasal dari Tuhan itu lembut dan membiarkan hati tetap tenang; sebaliknya gejolak yang berasal dari roh jahat itu membuat hati bergelora dan tidak tenang” (SV VII, 27 Desember 1658)

Matiraga: Mau Memanggul Salib

Celakalah orang yang mengejar kepuasan!

Celakalah orang yang melarikan diri dari salib!

Karena dia akan menemukan salib-salib yang demikian berat sehingga dia akan kewalahan.

Yang kurang menghargai matiraga jasmani dengan alasan bahwa matiraga rohani jauh lebih sempurna, menunjukkan dengan jelas bahwa dia sama sekali tidak bermatiraga, baik secara rohani maupun secara jasmani.

(Dalam Bimbingan Santo Vinsensius V hal 94, Terjemahan S. Ponticelli, CM)

Matiraga: Jalan Menuju Kemajuan Hidup Rohani

Marilah bersikap teguh melawan kodrat kita; karena, bila kita mengalah dalam satu hal, kodrat kita akan menguasai segalanya. Dan hendaklah kita percaya bahwa kemajuan kita dalam hidup rohani tergantung pada kemajuan kita dalam menghayati keutamaan matiraga. Matiraga itu secara khusus sangat diperlukan oleh mereka yang harus berkarya demi keselamatan jiwa-jiwa; karena percuma kita berkotbah kepada orang lain mengenai matiraga, bila kita sendiri tidak memilikinya dan matiraga itu sama sekali tidak kelihatan dalam tindakan dan tingkah laku kita.  (Dalam Bimbingan Santo Vinsensius V hal 93, Terjemahan S. Ponticelli, CM)