Tuhan Itu Saudaramu?

Tuhan itu saudaraku,
jadikanlah Dia, Ibu jari yang selalu membuatmu bangga.
Tuhan itu saudaraku,
jadikanlah Dia jari telunjuk yang menunjukkan jalan yang benar bagi mereka yang tersesat.
Tuhan itu saudaraku,
jadikanlah Dia jari tengah yang menjadi penengah setiap kesulitan.
Tuhan itu saudaraku,
jadikanlah Dia jari manis yang selalu setia padamu.
Tuhan itu saudaraku,
Jadikanlah Dia jari kelingking yang cepat mendamaikan segala kesalahpahaman yang terjadi.

Sms Niek

SSV – Sebuah Bentuk Devosi

perempuan doaRekan-rekan Vinsensian… Ada yang menarik ketika mengikuti Pertemuan Nasional Komisi Liturgi (18-22 Juli) lalu. Dari hasil survey, salah satu bentuk devosi kepada orang kudus adalah SSV – devosi kepada St, Vinsensius.

Selama ini banyak orang berpandangan bahwa kegiatan devosional hanya berupa doa dan bukan aksi nyata. Lewat rangkuman Pernas ini, saya mau membagikan sedikit. Semoga karya kita sungguh merupakan pembaktian diri kepada Allah melalui orang-orang kecil.Menemukan Kembali Spiritualitas DevosiRapat Pleno Komisi Liturgi Konferensi Waligereja Indonesia yang diselenggarakan pada 18-22 Juli 2011 di Graha Wacana, SVD Family Centre, Jalan Raya Ledug 5 A, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur. Pertemuan yang dihadiri oleh para Utusan Keuskupan se-Indonesia, para Dosen Liturgi, dan anggota Dewan Pleno Komisi Liturgi KWI ini memilih tema: ”Menemukan Kembali Spiritualitas Devosi.”

Continue reading

Let’s go to the Poor

”We must do what is most agreeable to God. Therefore, we must do what our Lord Jesus Christ did when preaching the Gospel. Let us go to the poor.” (Baunard, Correspondence, p.65)

Seharusnyalah kita melakukan apa yang paling disukai oleh Tuhan. Karenanya, kita harus melakukan apa yang dinyatakan oleh Tuhan kita, Yesus Kristus, dalam mewartakan Injil. Marilah kita datang kepada mereka yang miskin.

Pertanyaan yang timbul dalam hati setelah membaca pernyataan Frederic Ozanam ini adalah:

Siapakah orang miskin bagiku? Beranikah aku melihat adanya kemiskinan di sekitarku? Beranikah aku berbuat sesuatu terhadap kemiskinan tersebut?

Tanda dari Tuhan

god-loves-you_1_Hidup manusia syarat dengan tanda. Jabat tangan tanda keramahan, tertawa tanda kegembiraan, tangis tanda kesedihan dan keharuan, rambut putih tanda kebijaksanaan dan ketuaan, cemberut tanda kecewa atau marah dst. Namun, Karya Allah dalam hidup manusia juga terungkap dalam tanda-tanda manusiawi. Tanda-tanda itu kadang sifatnya menegur dan menampar sehingga terasa menyakitkan. Namun kadang tanda dari Tuhan itu begitu lembut merasuk dalam batin dan kesadaran kita. Namun semua tanda dari Tuhan itu terarah pada tujuan yang sama yakni manusia hidup dalam pertobatan, kebenaran dan kebaikan. Continue reading

Papua Oh Papua

DSC_0116Papua oh Papua
Gelap kulitmu, kaya dan subur bumimu, kaya dan indah lautmu,
Ungkap keagungan Sang Pencipta

Papua oh Papua
Berat, mahal, dan jauhnya jalan menuju Gereja-gerejamu,
Undang tuk miliki cinta seperti keagungan cinta Sang Pemilik Hidup

Papua oh Papua
Cucuran keringat, kekar dan berotot badanmu,
Singkap mutiara-mutiara hidup di tengah sunyinya belantara dan kerasnya perjuangan hidup,
di tengah miskinnya fasilitas dan terbatasnya hubungan

Papua oh Papua
Bening matamu dan gelak tawamu
Ungkap ketulusan dan sukacita dalam pengharapan

Semuanya semata-mata demi kemuliaan Allah

yesus“Papua adalah tanah terberkati”, itulah slogan yang digulirkan Zending
dan hingga kini diamini masyarakat Papua. Itu pula ungkapan para pewarta Injil pertama di Papua. Injil masuk Papua (lebih tepatnya Gereja Protestan pertama masuk di Papua) pada 5 Februari 1855 bersamaan dengan kedatangan dua orang pendeta: Carl W. Ottow (1826-1862) dan J. G. Geissler (1830-1870) di pulau masinam dekat Manokwari. Dalam usaha mewartakan Injil di Papua,
problem yang mereka hadapi adalah:
– Masalah komunikasi; sulit untuk mengungkapkan maksud kedatangannya. Sementara masyarakat tak ada yang berani mendekat. Cara untuk menarik hati mereka adalah dengan barter. Menukarkan barang-barang yang mereka bawa (piring, gelas, cangkir, dll.) yang menurut penduduk Papua saat itu adalah barang asing. Cara ini cukup efektif untuk memulai kontak dan menjalin komunikasi dengan masyarakat.
– Masalah kuatnya adat istiadat yang bagi dua pendeta itu bertentangan dengan nilai-nilai Injil.
– Masalah berbagai penyakit yang timbul yakni cacar dan malaria yang mengancam hidup penduduk dan mereka berdua. Mereka memberikan obat pada masyarakat.

Continue reading

Kecenderungan Yang Dijiwai Nafsu

Ilustrasi-carapedia.com_Kecenderungan yang dijiwai nafsu dapat ditemukan di mana-mana, dan bukan hanya dalam usaha mencari sanjungan dunia, kekayaan, kenikmatan, tetapi juga dalam devosi, dalam tindakan-tindakan paling suci, dalam buku-buku, dalam gambar-gambar; singkatnya kecenderungan itu menyusup kemana-mana.

Ya Tuhanku,berilah kami rahmat untuk melepaskan diri dari kecenderungan-kecenderungan yang dijiwai nafsu agar kami mampu mengasihi Engkau secara lebih sempurna, Engkaulah sumber segala keutamaan dan kesempurnaan serta musuh kecenderungan yang dijiwai nafsu; berilah kami semangat bermatiraga dan rahmat mengalahkan cinta diri yang merupakan akar semua kecenderungan kami yang dijiwai nafsu. Amin
(Dalam Bimbingan Vinsensius V hal 95, Terjemahan: S. Ponticelli, CM)