Papua Oh Papua

DSC_0116Papua oh Papua
Gelap kulitmu, kaya dan subur bumimu, kaya dan indah lautmu,
Ungkap keagungan Sang Pencipta

Papua oh Papua
Berat, mahal, dan jauhnya jalan menuju Gereja-gerejamu,
Undang tuk miliki cinta seperti keagungan cinta Sang Pemilik Hidup

Papua oh Papua
Cucuran keringat, kekar dan berotot badanmu,
Singkap mutiara-mutiara hidup di tengah sunyinya belantara dan kerasnya perjuangan hidup,
di tengah miskinnya fasilitas dan terbatasnya hubungan

Papua oh Papua
Bening matamu dan gelak tawamu
Ungkap ketulusan dan sukacita dalam pengharapan

Advertisements

“HARAPAN ITU SELALU ADA JENDRAL!”

Demikianlah ucapan yang kerapkali muncul saat kami bermain kartu dalam rekreasi komunitas. Ucapan itu terungkap manakala sejumlah kartu yang kami pegang sangat tidak bersahabat sehingga kemungkinan kami tidak akan mendapat tambahan poin. Dalam kondisi tanpa harapan itu, kami masih berharap bahwa saat kami mengambil kartu lagi dari tumpukan kartu yang tersisa, kami akan mendapatkan Joker atau kartu yang bagus. Tidak jarang apa yang kami harapkan itu betul-betul terwujud. Semuanya terjadi di luar kekuasaan kami. Tergantung pas untung atau tidak (Bejo-bejan) karena kami tidak tahu kartu apa yang akan kami dapat.

Beberapa waktu yang lalu kami mengunjungi seorang pasien HIV di Rumah Sakit Dr. Soetomo – Surabaya. Dalam kunjungan itu, dia menceritakan bahwa awalnya dia sangat terkejut saat hasil permeriksaan medis menyatakan bahwa dirinya menderita penyakit HIV. Selama beberapa hari ia sangat malu bertemu dengan keluarga yang datang mengunjunginya. Ia sangat terpukul. Namun setelah beberapa hari bergulat dengan perasaan-perasaan dan juga kekhawatiran-kekhawatirannya akan isteri dan anaknya, ia diteguhkan oleh kesetiaan isterinya dan cinta anak-anaknya. Ia masih ingin hidup menemani anak isterinya. Namun ia juga tahu bahwa penyakit yang ia alami belum ada obatnya. Dan dari pasien yang ada di sekitar ruangannya, ia tahu bahwa mereka akhirnya mati karena penyakit ini. Maka ia pasrah pada Tuhan. Ia berdoa dan berserah diri pada Tuhan. Memang secara manusiawi, ia tak bisa sembuh, namun kalau Tuhan mau, ia percaya bahwa ia pasti bisa sembuh. Continue reading