Kepenuhan Hidup

imagesKisah Para Rasul 7:51-8:1a
Yohanes 6:30-35

Apa yang membuat orang “mati” meskipun hidup (Artinya menjalani hidup dengan sedih, merasakan dirinya seolah selalu diterpa masalah, merasakan dirinya seolah orang yang paling menderita di dunia ini)? Apa yang bisa membuat orang hidup lebih hidup?
Banyak iklan produk tertentu yang mengatakan bahwa orang yang mengkonsumsi obat tertentu atau makanan tertentu akan harmonis dalam keluarga, akan membuat orang selalu semangat dan sehat. Benarkah demikian? Apa yang sungguh membuat orang hidup?
Yesus bersabda “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi.” Tuhan Yesus menegaskan siapa diriNya. Dia adalah makanan yang akan membuat orang yang memakannya tidak lapar lagi. Namun syaratnya adalah orang itu mau datang padaNya dan memakan Dia. Artinya menyantap Dia dan membuka diri untuk dialiriNya sehingga ia hidup.
Ia juga menegaskan siapa diriNya. Dia adalah minuman yang tidak membuat orang haus lagi. Syaratnya adalah percaya. Percaya bahwa Yesus sendiri yang akan mengalir dalam tubuhnya dan memenuhi kehausannya.
Hanya dalam Dialah orang akan mengalami kepenuhan hidup yang sesungguhnya. Bukan kepenuhan hidup yang semu dan sementara. Tuhan adalah pusat kepenuhan hidup, yang akan membuat hidup kita lebih hidup. Saat kita menumpukan kepenuhan hidup pada uang, benda, pribadi lain, kekuasaan, maka kita hidup namun “mati.” Sebaliknya saat kita menumpukan kepenuhan hidup pada Tuhan, maka hidup kita penuh dengan harapan bukan keputusasaan.

Tantangan Kesetiaan Hidup Berkomunitas

Dalam Suratnya pada tanggal 27 September 1984 kepada para Anggota Kongregasi Misi, Richard McCullen mengungkapkan bahwa “Tingkat kesetiaan kita terhadap peraturan dan semangat Konstitusi ini pasti akan sangat menentukan besarnya sumbangan kita kepada kehidupan Gereja setempat (lokal) tempat Kongregasi kita melibatkan diri”. Surat ini merupakan sambutan atas pengesahan Konstitusi Kongregasi oleh Kongregasi Suci untuk Religius dan Lembaga Sekular 29 Juni 1984.
Sambutan Richard McCullen itu merupakan undangan dan penegasan yang masih aktual hingga saat ini. Undangan dan penegasan bagi para anggota Kongregasi Misi untuk setia terhadap panggilan, tujuan, dan cara hidup sebagaimana digariskan oleh Konstitusi. Dengan demikian dapat memberikan sumbangan yang berdaya guna bagi Gereja setempat. Continue reading

Cerita Tentang Gema

Seorang anak dan ayahnya berjalan di pegunungan. Tiba-tiba, anaknya jatuh dan terluka sambil terteriak, “AAAhhhhhhhhhhh!!!”
Kemudian anak itu kaget ketika mendengar ada suara balasan dari suatu tempat di pegunungan itu, “AAAhhhhhhhhhhh!!!”
Didorong oleh rasa ingin tahu, ia berteriak, “Siapa kamu?”
Ia menerima balasannya, “Siapa kamu?”
Dan ia berteriak, “Saya mengagumi kamu!”
Suara itu menjawab, “Saya mengagumi kamu!” Continue reading