Tanda dari Tuhan

god-loves-you_1_Hidup manusia syarat dengan tanda. Jabat tangan tanda keramahan, tertawa tanda kegembiraan, tangis tanda kesedihan dan keharuan, rambut putih tanda kebijaksanaan dan ketuaan, cemberut tanda kecewa atau marah dst. Namun, Karya Allah dalam hidup manusia juga terungkap dalam tanda-tanda manusiawi. Tanda-tanda itu kadang sifatnya menegur dan menampar sehingga terasa menyakitkan. Namun kadang tanda dari Tuhan itu begitu lembut merasuk dalam batin dan kesadaran kita. Namun semua tanda dari Tuhan itu terarah pada tujuan yang sama yakni manusia hidup dalam pertobatan, kebenaran dan kebaikan. Continue reading

Tuhan Menyediakan Rumah Idaman Bagi Kita

Kisah Para Rasul 13:26-33
Yohanes 14:1-6

Setiap kali akan pindah rumah, orang pertama-tama akan melihat apa yang ada di rumah itu, fasilitas apa yang ada di dalamnya. Misalnya: adakah mebelnya, airnya lancar dan bagus atau tidak, listriknya berapa watt, saluran telponnya ada atau tidak, akses jalannya mudah atau tidak, daerah banjir atau tidak dst. Kalau fasilitas yang diharapkan baik lalu harga rumah cocok maka orang akan segera memilih rumah itu dan pindah ke rumah yang diharapkannya.
Setiap orang ingin memilih tempat tinggal yang baik sehingga ia dan keluarganya merasa aman dan nyaman, dapat melaksanakan karya dan pelayanannya dengan mudah. Ia juga mencari tempat yang alamnya indah, sejuk, tenang, dan enak untuk istirahat. Maka tak heran, bagi orang yang memiliki finansial cukup, Continue reading

Siapakah Gembalaku?

a22Yohanes 10:22-30
Orang Yahudi merayakan Hari Raya Pentahbisan Bait Suci. Yakni peringatan pentahbisan baru mezbah Bait Allah yang telah dinodai oleh Antiokhus Epifanes. Dalam 1 Raja-raja 8 Hari Raya itu mengingatkan Hari Raya pondok daun yang diadakan sebagai peringatan pentahbisan Bait Allah oleh Salomo.
Ketika Yesus berjalan-jalan di Bait Allah pada Hari Raya pentahbisan Bait Allah, Ia dikelilingi orang-orang Yahudi. Mereka meminta kejelasan dari Yesus tentang siapa Yesus. Yesus diminta mengatakan terus terang bahwa Dia Mesias kalau memang Dia Mesias. Lalu Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama BapaKu, itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya…”
Mereka tidak percaya karena konsep mereka tentang Mesias berbeda dengan yang diungkapkan oleh Yesus. Bagi mereka Mesias adalah tokoh politik yang memiliki kuasa rajawi di dunia. Seorang raja yang akan membebaskan Continue reading

Tuhan Penopang Kesetiaan Iman Kita

Kisah Para Rasul 3:13-15.17-19yesus-gendong-bayi1
Lukas 24:35-48

Siapakah yang usia baptisannya sudah 60 tahun, 50 tahun, 1 bulan, 3 minggu. Apa yang menjadi penopang kesetiaan iman kita hingga saat ini? Kerajinan kita ke Gereja? Bukankah kita kadang seperti tidak menemukan apa-apa ketika ke Gereja? Bukankah kita kadang tidak ikut misa?, Kerajinan kita doa pribadi? Bukankah kita kelelahan dan tidak berdoa, bukankah kita kadang melamun saat doa?, Kerajinan doa lingkungan? Bukankah kita kadang tak ikut kegiatan lingkungan?
Penopang kesetiaan iman kita adalah Tuhan sendiri. Tuhanlah yang selalu setia. Dia setia mengingatkan kita untuk ke Gereja, menguatkan niat kita untuk ke Gereja, ke lingkungan, doa pribadi dst. Dia selalu menuntun kita lewat pengalaman dan peristiwa yang ada di sekitar kita. Kadang Dia mengajar kita untuk setia berdoa lewat pengalaman anak yang mau ujian, pengalaman kesusahan, teguran dari teman dst.
Roh memang kuat namun badan ini lemah. Roh Tuhanlah yang berkarya mengingatkan dan mengajar kita untuk kembali kepadaNya. Tuhanlah yang selalu setia membuka hati kita akan Dia. Namun kelemahan kita kerap membuat kita tertutup untuk menerima aliran kekuatan dari Tuhan yang menuntun kita. Continue reading

Kepenuhan Hidup

imagesKisah Para Rasul 7:51-8:1a
Yohanes 6:30-35

Apa yang membuat orang “mati” meskipun hidup (Artinya menjalani hidup dengan sedih, merasakan dirinya seolah selalu diterpa masalah, merasakan dirinya seolah orang yang paling menderita di dunia ini)? Apa yang bisa membuat orang hidup lebih hidup?
Banyak iklan produk tertentu yang mengatakan bahwa orang yang mengkonsumsi obat tertentu atau makanan tertentu akan harmonis dalam keluarga, akan membuat orang selalu semangat dan sehat. Benarkah demikian? Apa yang sungguh membuat orang hidup?
Yesus bersabda “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi.” Tuhan Yesus menegaskan siapa diriNya. Dia adalah makanan yang akan membuat orang yang memakannya tidak lapar lagi. Namun syaratnya adalah orang itu mau datang padaNya dan memakan Dia. Artinya menyantap Dia dan membuka diri untuk dialiriNya sehingga ia hidup.
Ia juga menegaskan siapa diriNya. Dia adalah minuman yang tidak membuat orang haus lagi. Syaratnya adalah percaya. Percaya bahwa Yesus sendiri yang akan mengalir dalam tubuhnya dan memenuhi kehausannya.
Hanya dalam Dialah orang akan mengalami kepenuhan hidup yang sesungguhnya. Bukan kepenuhan hidup yang semu dan sementara. Tuhan adalah pusat kepenuhan hidup, yang akan membuat hidup kita lebih hidup. Saat kita menumpukan kepenuhan hidup pada uang, benda, pribadi lain, kekuasaan, maka kita hidup namun “mati.” Sebaliknya saat kita menumpukan kepenuhan hidup pada Tuhan, maka hidup kita penuh dengan harapan bukan keputusasaan.

Ingatlah engkau dari debu dan akan kembali ke debu

Yoel 2:12-18
2 Korintus 5:20-6:2
Matius 6:1-6.16-18

Pada hari ini kita memasuki masa puasa dan tobat. Masa prapaska. Pada perayaan ini, kita akan menerima abu di dahi kita. Pelayan akan mengatakan: “Ingatlah engkau dari debu dan akan kembali ke debu” atau “bertobatlah dan percayalah kepada Injil.” Penerimaan abu ini mengingatkan kita bahwa kita berasal dari abu/debu. Abu/debu yang dihembusi nafas hidup oleh Tuhan. Hanya oleh hembusan dari Tuhan, kita menjadi makhluk yang hidup. Tanpa hembusan nafas hidup dari Tuhan kita hanyalah debu/abu (Kej 2:7). Penerimaan debu/abu mau mengatakan bahwa “tanpa Tuhan kamu tidak hidup.” Tanpa Tuhan kita hanya abu/debu yang mati dan tercerai-berai ditiup angin.

Pada masa prapaskah ini, kita juga diajak untuk menyadari dosa-dosa kita. Karena dosa-dosa kita, menyusahkan hati Tuhan (Yes 43:24). Nabi Yoel mengungkapkan undangan Tuhan: “Berbaliklah kepadaKu dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh. Koyakkanlah hatimu, dan jangan pakaianmu” (Yoel 2:12).

Continue reading

Percaya itu bukan merasa percaya

Matius 9:27-31
“Ya Tuhan, kami percaya.” Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata, “Terjadilah padamu menurut imanmu.”

Dalam Injil Matius 9:27-31, diceritakan bahwa ada dua orang buta yang berseru-seru kepada Yesus, “Kasihanilah kami, hai Anak Daud!” lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Percayakah kalian bahwa Aku dapat melakukannya?” mereka menjawab “Ya Tuhan kami percaya.” Karena iman mereka pada Yesus, Yesus menyembuhkan mereka.

Kita kadang merasa bahwa kita sudah percaya pada Yesus. Kita lupa bahwa kepercayaan itu bukan di kepala melainkan di hati. Dan kita lupa kalau sudah mempercayakan semuanya itu kepada Tuhan berarti kita menyerahkan semuanya pada kehendak Tuhan apakah apa yang kita minta dikabulkan atau tidak. Kalau dikabulkan kita terima, kalau belum dikabulkan oleh Tuhan tetap kita terima. Yang sering terjadi adalah kalau permohonan belum dikabulkan, kita lalu mulai menggerutu. Padahal kalau sudah menggerutu, itu berarti kepercayaan kita pada Tuhan melemah. Karena dengan demikian bukan lagi terserah Tuhan, permohonan kita dikabulkan atau tidak, melainkan apa yang saya kehendaki harus dikabulkan oleh Tuhan. Kalau demikian kita bukan lagi percaya kepada Tuhan melainkan memaksa Tuhan.

Percaya kepada Tuhan berarti kita percayakan, kita serahkankan apa yang menjadi kerinduan dan kehendak kita kepada Tuhan terserah Tuhan diberikan atau tidak. Toh Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita saat ini. Karena Dia menyelidiki dan mengenal kita (Mzm 139). Kalau yang menjadi kerinduan dan kehendak kita dikabulkan atau tidak kita tetap menerimanya. Itulah tanda orang yang sungguh percaya kepada Tuhan. Itulah tanda orang yang beriman.